Eka Kuncoro: April 2017

Saturday, April 22, 2017

REVIEW LT PRO PRIMER FOUNDATION

Assalamualaikum πŸ™πŸ™πŸ™
Hellow beauty 🀘🀘.
Sesuai judul, kali ini aku mau review primer merek Indonesia. Yaitu LTPro Foundation Primer. Udah pada tau kan ya sama primer ini. Primer ini cukup oke dan banyak beauty blogger maupun beauty vlogger yang menyukainya. Kalian bisa juga cek review mereka tentang primer ini.
Seperti yang kalian udah tau, LTPro kepanjangan dari LaTulipe Professional. Yes, LTPro dan LaTulipe adalah brand yang sama, bedanya (katanya beberapa beauty expert) kalo LaTulipe ditujukan untuk makeup yang dasar, sedangkan LTPro untuk tujuan makeup yang lebih profesional. Semoga penjelasanku gak salah ya.
Aku pribadi baru nyoba produk LTPro itu adalah longlasting Lipcreamnya yang emang buwagus luwar biyasa. Pensil alisnya juga keren. Selain itu belum pernah coba secara langsung produk yang mereka luncurkan. Berhubung aku lagi nyari primer buat nutupin pori-pori yang entah kapan mulai membesar ini, dan banyak yang menyarankan pakai primernya LTPro, akhirnya aku beli lah. Karena harganya gak bikin panas hati, pas ada diskon pula,  jadinya mntep buat beli. Aku beli di counternya LTPro di salah satu swalayan di Ponorogo dan dapat diskon jadi cukup bayar 83ribuan saja.
Foundation primer sendiri berfungsi untuk base atau dasaran make up yang berguna untuk menjaga make up supaya makin awet, longlasting dan flawless. Nah, kata para beauty blogger dan vlogger, primer dari LTPro ini lumayan bagus. Bener gak ya? Mari dibuktikan bersama.
LTPro Foundation Primer
Klaim dari LTPro Foundation Primer
Seperti biasa, pandangan pertama pasti ke kemasan ya. Jadi, kita ulik dulu masalah kemasannya.
PACKAGING
Sebenernya, pertama kali lihat kemasan tube dari LT Pro Primer Foundation ini, mengingatkan ku pada primernya Smashbox.  Semoga aja kualitas LTPro lebih bagus ya, πŸ˜‰πŸ˜‰.
Primer ini kemasan luarnya adalah kardus kecil (sayangnya kardusnya kebuang akibat dijadiin mainan sama anak πŸ˜₯), kemasan dalamnya tube plastik tebal. Warna kemasannya yang kardus maupun yang tube itu sama, hitam dan silver. Di kemasan terdapat semua informasi yang kita butuhkan. Bentuk tube nya sendiri biasa aja,membuka tutupnya dengan cara diputar seperti biasa. Bentuk tube kaya gini bisa buat kita lebih gampang mengatur seberapa banyak produk yang kita mau. Tapi juga harus hati-hati karena kalo kegencet trus produknya bisa bleberan gak rapi ketika dibuka.
ISI PRODUK
Untuk isi produknya sendiri, ternyata agak sedikit beda dengan primer yang aku pernah pakai sebelumnya. Jadi teksturnya itu kental mirip kaya jelly tapi yang lembut gitu. Jadi ada kesan kenyal sedikit waktu dipegang. Tapi ketika diaplikasikan ke kulit, langsung pecah dan gampang diratakan. Primernya bening dan cepat kering setelah diaplikasikan. Mungkin karena kulitku cenderung ke kering. Setelah dipakai juga primernya tidak lengket dan tidak berminyak dan ada kesan kaya lebih halus atau terlapisi lapisan lembut gitu. Ada yang pernah nyebut teksturnya kaya silicon, sedikit masuk akal sih. Mungkin itu tujuannya untuk menutup pori-pori agar make up nya nanti keliatan flawless.
TEST KLAIM
Untuk claim produknya sendiri, primer ini bisa dipakai sebagai base make up sebelum pemakaian foundation ataupun bisa dipakai sendirian tanpa memakai foundation setelahnya.
Aku udah cobain pake pelembab setelah itu pakai primer ini dan tanpa foundation lagi. Hasilnya kulitku sedikit berminyak tapi gak sampai yang mengkilap heboh gitu. Hanya terlihat sedikit lebih basah daripada kulitku biasanya. Mungkin karena gak diset pakai bedak jadinya terlihat sedikit berminyak.
Tapi, hasil berbeda untuk jenis kulit masing-masing ya. Ada temenku yang kulitnya oily pakai primer ini jadinya bikin makeup lebih matte, ada pula sebaliknya. Juga kaya aku yang kulitnya normal to dry pake primer ini bisa bikin foundation lebih dewy tapi ada juga yang malah bikin tambah kering. Tergantung kondisi kulit tiap orang ya.
Nah kalau setelah pakai primer kemudian pakai foundation, memang terlihat lebih tersamarkan pori-poriku yang cukup besar ini. Aku tunjukkan perbedaan saat aku pakai foundation dengan primer sebelumnya dan saat aku pakai foundation tanpa aku pakaikan primer.
Sedikit terlihat perbedaannya yang pakai primer, pori-pori masih terlihat tapi tidak terlalu kentara seperti yang tidak pakai primer.
Kalau untuk pemakaian tanpa foundation, aku belum coba sih, karena rasanya aneh aja abis pake primer terus langsung ditimpuk pake bedak πŸ˜…. Jadi kalo klaimnya bisa dipakai tanpa alas bedak lagi, aku belum bisa kasih reviewnya.
KETAHANAN
Sekarang tentang ketahanan primer. Kalau untuk aku pribadi ketika pakai foundation dengan atau tanpa primer,tidak berpengaruh dengan makeup secara keseluruhan. Hanya saja memang untuk di daerah sekitar hidung yang biasanya lebih gampanh muncul minyak, setelah pakai primer, bisa menunda kemunculan minyak selama sejam-an dibandingkan tanpa pakai. Which is bagus. Jadi primer ini membantuku untuk mengawetkan dan memperbaiki tampilan make upku sekaligus tidak mengubah staying power dari keseluruhan make upku.
KESIMPULAN
Pada intinya,  secara keseluruhan aku suka-suka aja dengan  LTPro Foundation Primer ini. Karena bisa membantu menyamarkan pore yang lumayan kelihatan ini tapi tidak punya efek negatif pada make up secara keseluruhan. Dari segi kemasan, tekstur, warna, aroma, saat dipakai semua aku masih suka.
Oh iya, ada satu hal yang aku gak suka dengan LTPro Primer Foundation ini. Pernah suatu hari aku gak sengaja bawa primer ini,mungkin abis dimasukin ke tas sama anakku, dan seharian aku ada di luar rumah. Ketika malemnya aku lihat dan aku buka, meleleh dooooong primernya dengan kondisi mencair. Luber. Mblambang. Jadi primer ini kena panas gampang lelehnya. Masuk akal sih, kena panas dari tubuh aja bisa sedikit leleh apalagi kena hawa panas udara luar ruangan. Tapi overall aku gak masalah karen kalau kena suhu ruangan, bakalan balik lagi kok teksturnya. Pokoknya jangan dibiarin primernya kena sinar matahari langsung ya, takutnya bukan hanya teksturnya yang berubah tapi juga kualitas dan keamamam isi primernya.
Dan karena aku baru pakai primer itu 2x dengan merek berbeda, jadi aku belum bisa mengatakan ini best primer. Tapi untuk produk lokal dengan harga yang terjangkau, kualitas primer ini perlu diacungi jempol. Apalagi isinya cukup dan pemakaiannya tidak perlu banyak-banyak, jadi 1 bungkus ini aja bisa dipake selama berbulan-bulan.
Kalau ditanya repurchase atau enggak, jawabannya adalah MUNGKIN. Karena kalau saja ada yang kualitas nya sama atau lebih bagus dengan harga yang lebih murah, mungkin akan ganti yang lain. Tapi kalau kualitas dan harganya belum ada yang llebih oke dari pada primer ini, mungkin primer ini akan menjadi favorit dan akan beli lagi kalau habis.



Oke segitu aja sharing dari aku yang baru pertama kali ini nyobain primer dari LTPro. Semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat dan bisa membantu teman-teman syantik yang pengen beli primer dengan harga yang terjangkau.
Kalau kalian punya pengalaman juga dengan LTPro Foundation Primer, boleh komen di bawah ya. Aku juga pengen tau pengalamam kalian setelah pakenya. Kalau di bawah tulisan ini gak ada kolom komentar, kalian bisa klik leave comment di bawah judul artikel ini.
Jangan lupa follow medsosku juga πŸ˜‰
Terima Kasih  πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹
Wassalamualaikum πŸ™πŸ™πŸ™

Friday, April 21, 2017

​Review: CHΓ‚TEAU LABIOTTE WINE LIP TINT (Shade CR01 Rose Coral)

Hay beauty! Ada yang suka drama Korea Goblin? Pastinya salah satu dari beauty ini fans salah satu pemeran utamanya yang bernama Kim Go Eun yang berperan sebagai Ji Eun. Nah, belum lama ini Kim Go Eun menjadi brand ambassador dari sebuah product lip tint yaitu CHΓ‚TEAU LABIOTTE WINE LIP TINT. Kita pastinya sudah tidak asing lagi tentang lip tint ya, karena lip product satu ini memang hype banget karena sering digunakan untuk makeup dalam drama Korea. 
Lip tint memang mulai booming dari beberapa tahun yang lalu, banyak sekali perempuan di Indonesia yang menggemari lip produk ini karena memberikan kesan alami dan segar pad bibir. Formulanya yang ringan menjadikan produk ini punya banyak penggemar. Nah, sekarang mari kita ubek-ubek tentang merek lip tint yang satu ini.
Pertama-tama dari kemasan ya. 
Kemasan terluar produk ini adalah kardus super kecil berisi beberapa informasi mulai dari merek, nama produk, isi, deskripsi produk, tanggal kadaluarsa dan shadenya. Kebetulan aku dapet 1 warna doang dan yang ukuran mininya. Setauku ukuran full itu 7gr dan ukuran kecil itu 3gr. Dikemasan juga tertulis barcode dan alamat perusahaan. Sayangnya aku gak menemukan komposisi dari liptint ini. Atau mungkin ada tapi aku yang gak tau karena setengah dari tulisannya adalah tulisan Korea. 
Tapi jangan sedih, kita bisa lihat komposisinya atau kandungannya di beberapa review produk atau di webnya Labiotte. Hasil penelusuranku mengenai komposisinya tidak banyak πŸ˜…πŸ˜… tapi dari berbagai info yang aku temukan bahwasanya lip tint ini menganduk sepivinol atau zat antioksidan yang terkandung dalam ekstrak wine. Claimnya lip tint ini tergolong halal karena kandungan winenya tidak lebih dari 0,5% dari keseluruhan isi produk. 
Kemasan dalamnya ini yang lucu dan sesuai dengan nama produknya, yaitu berbentuk botol wine tapi dengan ukuran mini. Konsepnya yang lucu dan unik ini patut diacungi jempol dan aku jadi tidak kaget kenapa produk ini laris manis dari awal launching sampai sekarang. Bisa dijadiin koleksi gegara botolnya lucuk! Dikemasan botolnya sendiri juga ada stiker bertuliskan nama brand nya. Botolnya berwarna coklat tua dengan tutup berwarna pastel, 2 warna yanh juga digunakan pada kemasan boxnya.
Lip tint ini, pada bagian tutupnya nyambung dengan aplikatornya. Karena ukurannya lumayan kecil jadi harus hati-hati ya, takut jatuh aja. Kuas aplikatornya hampir mirip dengan aplikator lip cream atau liquid concealer. Bentuknya cukup ramping dan menyesuaikan bentuk bibir. 
Cukup untuk tampilan luar, sekarang lanjut k isi produknya. 
Waktu diswatch ditangan keliatan banget ini cair, seperti kebanyakan lip tint yang lain, dan warnanya sheer atau tidak terlalu pigmented. Aroma dari produknya ini seperti aroma buah segar dan sedikit manis. Dan rasanya ternyata juga manis, tidak sengaja kok ngrasainnya πŸ˜‚.
Pada saat pemakaian produk, ini yang tricky. Karena pinggiran bibirku ini lumayan gelap, jadi kalo aku aplikasiinnya gak bener malah jatuhnya kaya orang panas dalem πŸ˜…. Buat yang punya warna bibir yanh tidak rata tapi ngotot pengen pake liptint, masih bisa diakali kok. Bisa pake foundation atau lip concealer sebelum pakai lip tint. Gunanya untuk meratakan warna bibir. Jadi biar kesan fresh dan natural setelah pakai lio tint ini dapet. 
Waktu aku pakai, lip tint ini gampanh dipakai dan diblend. Dan karena cair banget serta sheer, jadi mau dipake berlapis-lapis pun gak bakal gonjreng warnanya dan gak bakal berat. Jujur, aku berasa gak pakai lip produk sama sekali. Mungkin karena cair kali ya, jadi enteng banget. Dan bibir juga masih terasa lembab setelah lebih dari satu jam pemakaian, mungkin ini yang dimaksud dengan claim produknya bahwa liptint ini seperti wine yang melembabkan bibir ketika meminumnya. 
Untuk ketahanannya, selama 3 jam masih oke,  tapi kalau dipakai makan dan minum yang berwarna mungkin akan lebih cepat pudarnya. Lip tint ini beberoa saat setelah diaplikasikan akan menyerap ke dalam lapisan bibir dan tidak transfer, alias kissproof. Untuk membersihkan nya untuk aku pribadi agak susah. Pakai lip remover gak bisa sekaligus hilang, masih ada sedikit warna yang ditinggalkan. Itu pengalamanku ya, gak pasti sama, soalnya ada beberapa review yang bilang kalau gampang dibersihkan. 
Okelah, langsung aja ya aku simpulkan jadi poin-poin  dibawah ini. 
1. Kemasan luar cukup informatif, sayangnya penjelasan tentang komposisi tidak ada. Atau mungkin ada tapi dalam tulisan Korea. 
2. Bentuk botol lucu, nilai plus bagi beauty aaddict yang suka koleksi make up berdasarkan bentuk kemasannya. 
3. Aplikator cukup mudah digunakan. 
4. Lip tint teksturnya cair, beraroma buah manis dan rasanya juga manis. Aku saranin untuk tidak perlu ngerasain ya, πŸ˜…πŸ˜….
5. Halal, karena kandungan ekstrak wine tidak lebih dari 0,5% 
6. Lembab, tidak bikin bibir kering. Cukup tahan lama untuk ukuran lip tint. Dan kissproof. 
7. Cocok dipakai sehari-hari, untuk kerja atau kukiah ataupun anak sekolah. Cocok untuk yang warna bibirnya pucat atau cerah yang merata. Untuk yang punya warna bibirnya gak rata bisa diakali dengan lip concealer atau foundation yang coveragenya Bagus. Kalau gak gitu bakalan aneh jatuhnya. 
8. Harganya cukup terjangkau. Ukuran fullnya sekitar 90-100rb. Untuk ukuran mini nya sekitar 40-60rb. Tergantung dimana belinya. Karena aku dikasih, jadi aku infokan ranger harganya aja ya 😁.
Oke segitu review dari aku mengenai lip tint asal Korea ini. Semoga informatif dan bermanfaat ya. Bhay! πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹
Jangan lupa follow sosial mediaku yes:

Monday, April 10, 2017

Review Vitamin 75 Maximizing Cream by Wishtrend

Hallooooo wanita cantik dimanapun kamu berada. Kali ini aku mau review skincare dari Korea, yaitu Vitamin 75 Maximizing Cream ByWishtrend. Aku dapetnya dari 08liter Indonesia dan dikirim langsung oleh Wishtrendnya. Bersyukur banget dapet ini karena yang aku tau harganya mahal. Produk ini dari Wishtrend,  fungsi utamanya adalah memaksimalkan skincare yang digunakan.
Claim produk ini ada beberapa,
1. 75%of vitamin tree (sea buckthorn) water. Sea buckthorn sendiri memiliki kandungan vitamin C dan E 20x lipat lebih tinggi dari jeruk.
2. Rejuvenating, anti-aging and improve skin tone.
3. Natural vitamin E
4. Non-sticky formula
5. Paraben free
6. No irritation
Dari keenam claim produk, apakah benar? Yuk mari kita buktikan dengan beberapa pembahasan.
Packaging
Produk vitamin ini terbungkus rapi di dalam jar plastik tebal lalu kemasan paling luarnya adalah box dari kertas. Pada kemasan box tertulis semua informasi mengenai nama, komposisi, cara penggunaan, claim produk dan lain-lain. Box berwarna putih dengan tulisan warna hitam dan merah. Syangnya untuk jarnya sendiri berwarna merah tua hampir ke warna coklat gelap, dengan tutupnya berwarna putih. Ketika tutupnya dibuka, akan ada semacam pastik putih sebagai penutup dalam. Jadi kalau kondisi jar terbalik, produknya tidak gampang bleberan kemana-mana. Sayangnya, vitamin ini tidak disertai spatula untuk mengambil produk. Jadi sebelum ambil produk, pastiin tanganmu atau alat untuk mengambilnya benar-benar bersih.
How to use
Kalau sesuai dengan yang diinfokan dibungkusnya, cara pemakaiannya yaitu digunakan setiap pagi dan malam. Penggunaan vitamin ini last step ya, jadi pakai krim pagi atau krim malam dulu, serum atau essence kemudian terakhir ditimpa pakai vitamin 75 ini. Diaplikasikan dibagian tengah kulit kemudian dousap kebagian luar wajah dengan tapping motion atau menepuk lembut supaya lebih cepat menyerap ke bagian dalam kulit. Produk ini juga bisa dipakai untuk bagian tubuh yang terdapat ppigmentasi seperti lutut dan sikut.
Produk vitamin 75
Warna dari cream ini adalah putih yang bening ketika diratakan, bukan putih susu. Aromanya hampir tidak ada, hanya ada sedikiiiiit sekali aroma yang enak dan lembut. Tapi setelah diaplikasikan ke kulit bakalan gak tercium aromanya. Claim produk ini adalah non-sticky formula, tapi aku pribadi masih merasakan kesan lengket ketika diaplikasikan ke wajah. Tapi memang tidak selengket krim lainnya, mungkin karena aku pakainya terlalu banyak makanya masih meninggalkan kesan lengket sedikit. Dan karena vitamin ini warnanya putih seger, jadi setelah diaplikasikan ke kulit tidak mengubah warna kulit.
Nah aku pakai vitamin ini selama 6 harian. Selama pemakaian yang aku rasain adalah pemakaiannya gampang. Untuk kulitku yang kombinasi cenderung kering, vitamin ini masih aman dan tidak bikin wajah breakout. Semoga seterusnya juga gak. Untuk efek mencerahkan, aku pribadi belum merasakannya. Mungkin karena baru beberapa hari pakainya, jadi belum kelihatan lebih cerahnya. Produk ini cukup menghidrasi kulitku yang sedikit kering ini. Efek melembabkannya terasa banget. Mungkin inilah yang juga termasuk manfaat anti-agingnya, jadi kalau kulit selalu lembab pastinya membantu agar tidak cepat keriput. Aku sendiri kalau pakai ini kadang dengan pelembab dulu kadang juga tidak. Tapi tetap melembabkan dan tidak berefek buruk sejauh ini ke kulitku. Cuma memang ada beberapa costumernya produk ini yang kulitnya jadi lebih kering setelah pakai.
Maka dari itu, saranku, vitamin ini dipakainya paling akhir dan harus pakai pelembab sebelumnya. Untuk mencegah terjadinya kering dan iritasi dikulit kalian. Walaupun di claim produknya menyebutkan bahwa vitamin ini anti iritasi dan bisa dipakai oleh kulit sensitif sekalipun, tapi tak ada salahnya untuk jaga-jaga. Karena kalo menurutku vitamin ini memang tujuannya adalah untuk memaksimalkan kinerja dari pelembab dan serum yang kita gunakan. Jadi kalau kalian ingin efek yang bikin kulit lebih cerah atau hasilnya sempurna, maksimalkan penggunaan pelembab dan serum terbaik kalian lalu tambahkan vitamin ini untuk lebih mengoptimalkan hasilnya.
Oh iya, untuk harganya. Kalau dari wishtrendnya sendiri senilai 383.000 rupiah. Termasuk mahal menurutku, tapi mungkin tergolong standar untuk ukuran skincare Korea. Kalau produk ini tidak breakout diwajahku dan bisa mengatasi kulit keringku ini, aku bisa mengatakan produk ini worth it. Kalau ditanya repurchase? Maybe yes maybe no. Kalau tidak menemukan skincare lainnyang sejenis dengan harga lebih murah, kelihatannya bakal repurchase.
Setelah beberapa pembahasan diatas bisa diambil beberapa poin love dan hatenya.
Love:
Formulasi produknya enak diaplikasikan.
Efek menghidrasi dan melembabkan oke. Kulit langsung llembab setelah pemakaian pertama.
Aromanya enak, tidak mengganggu dan cepat hilang setelah dipakai ke kulit.
Bisa dipakai dengan maupun tanpa pelembab dan serum. Untuk kulit sensitif aku saranin lebih baik pakai pelembab dulu buat mencegah iritasi.
Paraben free. Jadi aman dipakai siapa saja bahkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.
Cocok untuk digunakan semua jenis kulit.
Lalu gimana dengan hate nya? 
Hate
Produknya tidak disertai spatula untuk mengambil krimnya, jadi kurang higienis dan lebuh berantakan ditepi atas leher jar.
Harganya mahal
Nah itu tadi pembahasan atas cobacoba produk dari Korea ini. Semoga bisa membantu kalian ya. Karena kalau gak salah masih dikit review tentang produk ini. Semoga tulisanku ini bermanfaat, kritik dan saran sangat dibutuhkan.Terimakasiiiiiiiih πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹.
Jangan lupa follow sosial mediaku yes:

COLORFUL FRECKLES LOOK FOR BEAUTIESQUAD COLLAB

Assalamualaikum πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» . . Bagaimana kabar semuanya beauties? Semoga.belum telat, aku mengucapkan minal aidzin buat semuanya y...