Eka Kuncoro: BEAUTY BLOGGER BELAJAR PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA

Friday, January 19, 2018

BEAUTY BLOGGER BELAJAR PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA

Assalamualaikum πŸ™πŸ™πŸ™
Hellow beauties! Apa kabar? Semoga tetap dalam keadaan sehat dan bahagia ya.
Oke sekarang aku gak akan review produk dipostingan kali ini. Tapi aku mau berbagi informasi yang aku dapatkan beberapa hari yang lalu sewaktu aku ikut acara Ngopi Cantik #4 yang diselenggarakan oleh Beautiesquad dengan narasumber teh Langit. Teh Langit ini seorang cerpenis, blogger dan designer. Kalau pengen tahu bagaimana tulisan dan gaya bahasa teh Langit, kalian bisa lihat πŸ‘‰disiniπŸ‘ˆ.
Jadi begini, awalnya aku gak menyangka kalau topik yang diangkat Beautiesquad kali ini adalah tentang ejaan bahasa. Secara gak langsung aku sadar, sebagai blogger dalam niche apapun pastinya harus paham dengan ejaan yang akan ditulis. Jadi gak pikir 2x aku langsung join. Walaupun waktu sekolah udah diajarin, tapi kan ya gak semua masuk dan nempel di otak πŸ˜…πŸ˜…. 
Oke, lanjut ke bahasan yang aku dapat dari Ngopi Cantik kemarin ya. Banyak banget informasi yang disampaikan oleh teh Langit, aku coba menginformasikan kembali buat temen-temen. Yang pertama adalah, kenapa beauty blogger harus paham dengan ejaan dan tata bahasa Indonesia? 
Seperti yang kita tahu, beauty blogger itu inti kegiatannya ada menulis. Sebagai seorang penulis, wajib banget paham dan tahu bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Baik itu beauty blogger ataupun blogger dengan niche lainnya, wajib tahu dan bisa menerapkan teknik menulis dengan benar. Nah jadi anggapan kalau blogger gak perlu belajar tata bahasa lagi, salah besar ya temans
Oke lanjut dengan apa yang disampaikan oleh teh Langit ya. Ada beberapa point yang dijelaskan pada peserta Ngopi Cantik kemarin. 
EJAAN
Apa sih ejaan itu? Ejaan adalah kaidah penggunaan bahasa Indonesia seperti tata bahasa, tanda baca dan lain sebagainya. Nah, selengkapnya mengenai ejaan bisa didapatkan di dua kitab suci para penulis. Yaitu, Kamus Besar Bahasanya Indonesia (KBBI)  dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kalau ingin mencari informasi bisa langsung baca kedua buku tersebut, dan usahakan edisi terbaru ya. Karena bahasa bersifat dinamis dan bertambah kosa kata, pastinya bakalan ada revisi di kedua buku tersebut. 
GAYA BERTUTUR
Nah, kalau gaya bertutur ini maksudnya bagaimana? Gaya bertutur ini adalah gaya saat kita sebagai penulis menyampaikan informasi mengenai apa saja. Bisa cerita, pendapat, berita dan berbagai topik lainnya. Gaya bertutur bisa dilihat dari tulisannya apakah penulis itu ceria, humoris, kaku, santai dan lain sebagainya. 
Gaya berutur ini merupakan label pembaca yang diberikan pada kita. Jadi usahakan kita memberikan gaya tutur yang baik, santai, ceria tapi informasi tetap jelas dan akurat bagi pembaca. Dengan begitu kita sebagai penulis bisa membuat pembaca tidak cepat bosan dengan tulisan kita. 
Contohnya nih, gaya bertutur yang dipakai bisa dengan "aku" sebagai penulis dan "kamu atau kalian" sebagai pembaca akan membawa suasana yang santai, jadi penulis seperti bercerita pada teman sendiri. Atau, penulis juga bisa membawa suasana yang tegas, serius dan formal dengan menggunakan "saya" sebagai penulis dan "anda" sebagai pembaca. 
PENTINGNYA MENGGUNAKAN TATA BAHASA YANG BENAR 
1. Kredibilitas si blogger itu sendiri
Termasuk kaitannya dengan personal branding. Ini penting ya bagi seorang blogger dalam niche apapun. Pembaca akan menganggap penulis berkompeten atau tidak salah satunya dengam bagaimana dia menulis suatu informasi. Jelas atau tidaknya tulisan juga bisa terpengaruh dengan tata bahasa yang digunakan. 
Mungkin ada beberapa blogger yang tidak mau menggunakan tata bahasa yang baik karena tulisannya yang berantakan saja sudah mendapatkan banyak sponsor. Sikap seperti ini akan menjadi bumerang bagi blogger itu sendiri, karena dunia blog itu dinamis. Jika tidak memperbaiki kualitas tulisan, maka akan tergeser dengan blogger baru yang kualitas tulisannya jauh lebih bagus.
2. Pagerank
Google dalam quality guidelines-nya mengatakan bahwa salah satu faktor yang menentukan peringkat sebuah situs web adalah kualitas tulisan. Di antaranya: ejaan/tata bahasa dan minim typo.
Selain itu, untuk beberapa pembaca yang perfeksionis, akan merugikan blogger. Secara tidak langsung pembaca akan merasa nyaman dengan tulisan yang sempurna atau tanpa typo. Bisa jadi tulisn yang masih ada typo akan ditinggalkan beberapa pembacanya. 
3. SEO
Meski mesin pencari sudah sedemikian pintar sehingga bisa menafsirkan bahkan keyword dan meta description yang salah eja, namun jika ada dua artikel yang membahas topik yang sama, maka yang akan DIPRIORITASKAN untuk tampil di hasil pencarian adalah yang tata bahasanya lebih benar. 
4. Pembaca
Dilihat dari sisi pembaca, apalagi jika pembacanya paham ejaan, membaca artikel yang serampangan itu membuat malas. Nah kalau ejaan yang kita pakai sudah benar, tata bahasanya sesuai dengan aturan, penempatan tanda bacanya juga bagus maka pembaca blog kita akan setia menikmati tiap blogpost yang kita buat. Tentu saja akan mempengaruhi trafik blog kita.
5. Monetisasi.
Brand tidak suka meng-hire blogger yang tulisannya berantakan. Coba bayangkan bagaimana mungkin sebuah brand akan membuat kerjasama dengan seorang blogger yang tata bahasanya tidak bagus. Otomatis akan berpengaruh juga terhadap keefektifan penjualannya. 
6. Lomba blog.
Tata bahasa yang benar adalah salah satu poin penilaian. Jadi tidak heran kenapa syarat "sesuai EYD" tidak pernah ketinggalan dalam semua lomba blog. Selain menaikkan rank untuk tema lomba tersebut, bisa juga menjadi latihan para blogger agar kedepannya bisa menulis dengan aturan yang sesuai. 
Lalu, bagaimana belajar tata bahasa yang benar? 
CARA BELAJAR TATA BAHASA
Mudah, kok, belajar cara menulis yang benar. Bisa dengan membeli buku PUEBI edisi terbaru, harganya tidak sampai 100 ribu dan DIBACA. Jika menemukan kata yang ejaannya meragukan, coba cek di KBBI daring. 
Untuk KBBI online, bisa diunduh di link ini: https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Sedangkan untuk  PUEBI terbaru di sini: https://drive.google.com/file/d/0BxQ13q4Vor5hMzJ4aEgtTE1tTEk/view
Belajar dan terus latihan agar bisa luwes menulis. Membiasakan diri menulis dengan tata bahasa yang benar baik itu ketika menulis artikel blog atau ketika membuat postingan di media sosial, secara tidak sadar itu juga merupakan latihan. Semakin sering dipakai kita akan semakin paham.
Nah, dalam Ngopi Cantik ini juga ada sesi tanya jawab antara peserta Ngopi Cantik dengan teh Langit. Untuk lebih lengkapnya, aku copy-paste saja ya interaksi atau tanya jawabnya. 
P untuk pertanyaaan, dan J untuk jawaban dari teh Langit. 
P : "Hai teh @⁨Langit Amaravati⁩ 
Jadi saya punya kesulitan menyusun kata2 saat ngedraft. Kesulitan ini pun sama di real life, mau ngajak ngomong orang baru misalnya, suka mikir lama buat nyusun kata2 yg pas.
Apalagi yg saya alamin sbg beauty blogger itu keseringannya, apa yg mau disampaikan udah diwakilkan oleh foto2 yg ada. Jadi kayak susah mau menyampaikannya.
Saya cuma bisa bikin garis besarnya aja gitu teh. Hehe.
Mohon sarannya πŸ™πŸ»"
J : "Coba bayangkan kalau menulis itu sama seperti kita ngobrol atau ketika menulis surat kepada pembaca. Bayangkan kita sedang berbicara dengan seseorang yang akrab. Jangan dulu mikir kata apa yang paling pas atau ejaan kalau memang merasa kesulitan. Setelah selesai nge-draft, bacakan kembali keras-keras untuk mengetahui apakah tulisan kita itu enak dibaca atau tidak. Lalu edit bagian-bagian yang diperlukan.
Atau bisa mencoba teknik free writing. Buka Ms.Word atau notepad, tulis apa saja yang terlintas di kepala. Enggak usah dulu mikirin alurnya, bahasanya, teknisnya. Pokoknya tulis. Latihan seperti ini sekaligus akan melatih gaya bertutur kita. 
Rajin-rajin baca buku dengan berbagai genre. Ini mungkin tip klise, tapi membaca akan menambah perbendaharaan kosakata kita sehingga akan lebih memudahkan ketika menulis."
P : " Hai, Teh Langit saya Fuji. Mau nanya nih, menurut teteh kalau untuk postingan review produk kecantikan bagusnya/baiknya pakai gaya bahasa gimana yah. yang santai atau formal? supaya pembaca bisa nyaman.
kemudian urutan review produk itu baiknya gimana ya, dari kemasan dulu kah atau dari harga dll. 
makasih Teh."
J : "Tergantung segmentasi pembaca dan pembawaan kita. Tapi kalau dilihat dari niche, sih, beauty blogger mah lebih enak gaya bahasa santai supaya lebih personal juga.
Nah, kalau review produk terutama kecantikan setahu saya manfaat produknya dulu dan hasilnya ketika dipakai. Harga bisa disebutkan terakhir atau di keterangan kecuali kalau memang harganya yang mau dikedepankan. Kemasan enggak krusial, bisa dibahas sekilas di bagian akhir, kecuali (lagi) kalau kemasannya memang unik. Oh, saya tambahkan. Ada beberapa produk kecantikan yang memakai kemasan berbeda. Misalnya: lip balm yang dicolek pakai tangan (duh, apa sih istilahnya?) dan yang bentuknya seperti lipstik. Ini akan berpengaruh kepada penggunaan dan higienitas, kan. Ini boleh deh dibahas atau dibandingkan supaya lebih mengedukasi pembaca juga.  "
P : " Ka langit di blog ku,  aku membahasakan diri ku dengan sebutan gua,  apa itu masih termasuk attitude yg baik? Apa sebaiknya di ganti ka
Mohon maaf kalau pertanyaan ku engga berbobot..  ☺
Mohon masukannya πŸ™πŸ»"
J : "Luas sekali. Gua/gue adalah ragam bahasa percakapan, sah-sah saja digunakan dan enggak berpengaruh juga sih terhadap attitude. Cuma mungkin "rasa bahasanya" berbeda. Jika melihat usia pembaca dan saya yakin berasal dari banyak daerah di Indonesia, bisa diganti dengan "aku", deh."
P : "teh..  salam kenal..  aku ariani rosidi,  tapi panggilan sayang aku aya..  teteh boleh panggil aku aya aja..  hehe
teh, kalo aku simpulkan boleh ya teh misal mau bilang "tidak" ga boleh diganti dengan "engga"?
terus mau nanya teh.. penulisan imbuhan dan awalan itu apa berpengaruh juga teh di mata google? contoh di pasar tapi kita tulisnya dipasar. 
terimakasih teh.."
J : "Boleh, Itu termasuk gaya bertutur. Cara penulisan yang benar menurut KBBI sih "enggak", 
Berpengaruh. Coba kalau kita melakukan pencarian, kalau ada ejaan yang salah, suka ada "Mungkin maksud Anda ....", kan? Meski Google pada dasarnya membaca keseluruhan artikel, tapi kalau misalnya ada artikel dengan ejaan lebih benar (karena dianggap lebih relevan), maka artikel yang penulisannya benar itulah yang akan diprioritaskan."
P : "terima kasih atas kesempatannya,
ada 2 pertanyaan ya teh 
1. Teh, bagaimana ya caranya supaya gaya bertutur kita dalam tulisan itu bisa enak dibaca ? butuh tips dan trik khusus nie teh..
karena kayaknya blog q gaya bahasanya kog standart saja.
terus kalau mau nulis tutorial apa gaya bertutur juga disamain dengan kalau kita nulis curhat? atau dibedain? 
2. Cara menulis judul yang baik dan benar itu bagaimana ya teh.. dan yang bikin orang pengen klik judul itu ? karena pas baca-baca teknik SEO ternyata judul itu juga termasuk salah satu yang harus diperhatikan."
J : " 1. Latihan. Ini tip standar tapi memang itu, sih. Sama seperti pertanyaan pertama tadi: coba bacakan keras-keras, kalau sekiranya enak didengar, berarti pembaca juga akan enak membacanya. Menulis surat bagus untuk latihan gaya bertutur.
Tutorial dan curhat boleh-boleh aja sih disamakan atau dibedakan,  yang penting kita nyaman dan pesan/tutorialnya sampai. Saya sendiri punya tiga gaya bertutur:
- Semi formal >> tutorial dan tulisan lainnya
- Semi puitis >> untuk lomba story telling dan curhat
2. Iya, judul adalah H1 yang akan pertama kali dipindai oleh mesin pencari. Judul yang benar adalah judul yang deskriptif atau yang menggambarkan isi artikel. Judul yang clickable kadang tidak segaris lurus dengan judul yang deskriptif. Hindari menulis judul a la portal online seperti ini: Lakukan Tiga Cara Ini Agar Kulit Kamu Lebih Cling
Ini tuh apaan? Konon itu untuk membuat orang penasaran, tapi entahlah, bagi pembaca seperti saya judul-judul seperti itu menyebalkan.
Karena judul yang ramah SEO itu cenderung membosankan, bisa diakali dengan membuat judul yang enak dibaca oleh pembaca, tapi URL-nya yang ramah SEO."
P : "Teh Langit, aku mau nanya :
1. Kalau nulis kata bahasa asing (misalnya kata mauve atau nude yang aku belum nemu padanan bahasa Indonesia-nya) perlu dicetak miring nggak? 
2. Kalau nulis ingredients, perlu dicetak miring juga nggak? Sama apa perlu huruf pertama dari setiap kata ditulis huruf besar? 
3. Kalau satu artikel terlanjur pakai kata ganti orang pertama "saya", pantesnya seluruh blog pakai "saya" juga atau bisa ganti "aku"?
Makasih,  Teh"
J : " 1. Iya, semua kata dalam bahasa asing ditulis miring.
2. Ingredients ditulis miring, sama seperti penulisan istilah latin. Huruf pertama kapital untuk kata pertama saja, kata kedua dan seterusnya huruf kecil. Contoh: Rosaceae plantae, Propylene glycol, dst. 
3. Tergantung jenis tulisannya."
P : "Jadi gini, aku biasanya berpatokan sama koran untuk masalah pembendaharaan kata, karena koran cepat update. Aku sendiri patokannya pakai Pikiran Rakyat yang terbit khusus wilayah Jawa Barat.
Nah, kadang agak bingung juga sih karena pernah lihat di beberapa artikel itu ada yang menulis "aktifitas", sementara setahuku itu kata baku "aktivitas." Itu koran terbitan tahun 2017. Sama seperti China, sekarang itu kebanyakan artikel itu sekarang pakai kata Tiongkok. 
Jadi pertanyaannya, apakah koran memang salah satu patokan untuk mengetahui perubahan kata kata dalam bahasa Indonesia? Terima kasih sebelumnya 😊"
J : "Koran itu bukan patokan. Pakai KBBI. PUEBI untuk penggunaan dalam tulisan, misalnya huruf kapital, tanda baca, dll. KBBI untuk ejaan kata yang benar, misalnya: aktivitas atau atau aktifitas."
Itu tadi beberapa informasi dan sesi tanya jawab yang teh Langit lakukan sebagai narasumber pada Ngopi Cantik #4 beberapa hari yang lalu. 
Bagaimana? Sudah cukup jelas bukan? 
Untuk aku pribadi, Ngopi Cantik kali ini sangat bermanfaat buat kelangsungan blog ku. Walaupun malu, tapi harus mengakui kalau tulisanku masih jauh banget dari kata "tepat tata bahasa" πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Maka dari itulah, pelajaran yang aku dapat kali ini sangat berguna. Jadi kedepannya aku gak boleh meremehkan tata bahasa, karena itu adalah salah satu cara agar blog ku disukai pembaca dan google
Nah, demikianlah informasi yang aku dapat dan aku sampaikan ke teman-teman semuanya. Mungkin ada pertanyaan atau tambahan untuk tulisanku kali ini?  Boleh banget share di kolom komentar ya. 
Segitu aja blogpost-ku kali ini tentang pentingnya blogger belajar tata bahasa yang baik dam benar. Semoga bermanfaat dan membantu teman semuanya yang masih bingung dengan ejaan dan tata bahasa ataupun buat teman-teman yang baru akan mencoba menjadi blogger
Sampai jumpa ditulisanku selanjutnya. Terimakasih. 
Wassalamualaikum πŸ™πŸ™πŸ™

3 comments:

  1. Semoga para blogger kedepannya lebih memperhatikan tentang ini ya, biar pembaca pun enak.

    ReplyDelete
  2. Sebelum nikah alias waktu single, lebih banyak pakai 'aku' tapi setelah menikah, lebih nyaman pakai 'saya' karena dengan pilihaan 'saya' pun bisa dibaca dengan santai kok, tergantung suasana pas membacanya sih menurut saya 😊

    ReplyDelete
  3. makasih sebelumnnya untuk pedomannya ya gan

    ReplyDelete

REVIEW POSY BEAUTY MATTE LIPCREAM SHADE PRIDE

Assalamualaikum  Hallow beauties!  Apa kabar?  Semoga selalu berbahagia.  Oke, kembali lagi aku mau meluncurkan racun sera...