Sunday, September 15, 2019

Membuat Foto Produk Dengan Alat Sederhana



Assalamualaikum
Hai Sisters! Apa kabar?


Buat yang baru gabung di blog ku ini, selamat datang!


Okay! Kali ini aku mau sharing aja tentang pengalamanku dalam dunia beauty blogger. Sister brother yang sudah menjadi blogger pasti udah tau tentang masalah ini, yaitu foto memoto. Yaitu pentingnya foto produk dalam dunia blogging.

Jadi, salah satu hal yang penting untuk diketahui, dipahami dan kalau bisa dikuasai dalam dunia blogging (apalagi niche beauty) yaitu tentang bagaimana menampilkan foto atau gambar produk yang terbaik untuk ditampilkan dalam blog. Influencer pasti paham nih, karena setiap pekerjaannya pasti butuh foto untuk diperlihatkan pada followernya. Nah, foto atau gambar yang estetik ini pastinya akan memikat mata lebih banyak orang daripada foto yang tidak estetik. Bener gak? Tapi di sini aku mau fokuskan ke foto produk saja ya.

Di sini aku bukan mau ngajarin gimana caranya bikin foto yang bagus lho ya, tapi aku mau sharing aja bagaimana prosesku belajar dari yang plonga-plongo masalah foto produk sampai sekarang yang mulai mikirin foto produk yang aku punya ini udah layak tayang ke public atau belum. Kedengarannya kaya insecure sama hasil sendiri ya, tapi itu karena hasil dari proses pengen upgrade diri saja kok.
Kemudian, setelah beberapa saat belajar, beginilah hasil sebelum dan sesudah aku mendapat ilmu tentang per-foto produk-an. Ini saja masih sangat jauh dari kata bagus dan masih harus banyak belajar lagi dari blogger yang lebih mumpuni.


(sebelum mengenal flatlay) 

 (proses, awal-awal masa mempelajari flatlay)

 (mulai memakai alas)


 (mencoba beberapa macam gaya, 1 foto dengan banyak produk)


 (mulai berani pakai aksesoris yang banyak)

(mulai mencoba foto produk yang tidak "lay", dengan memanfaatkan cahaya dari bayangan yang ada dan pemakaian aksesori yang lebih sedikit)


Oke, bagaimana menurut teman-teman? Perbedaannya keliatan banget gak? Atau masih mirip dengan kualitas yang sebelumnya?


Mari kita mulai!

Pertama kali aku masuk dunia beauty blogger, foto yang aku unggah itu sangat asal-asalan. Di pikiranku dulu itu adalah, yang penting reviewnya aja, fotonya gak usah. Atau yang penting kelihatan nama produk dan kemasannya aja, gak perlu bagus-bagus palingan gak dilihat. Jadi sama sekali gak mikirin foto itu bakalan sedikit atau banyak bakalan berpengaruh pada kunjungan orang ke blog. Bisa dilihat ya gimana bentukan fotoku dulu itu, cuma blejet produk itu doang.

Setelah itu banyak sekali beauty blogger yang fotonya (di instagram) sangat bagus, tata letaknya sempurna, propertinya match dengan produknya dan hasilnya sangat enak dipandang. Bahkan bikin aku ingin melihat foto lain dari beberapa blogger tersebut. Nah, dari situ mulai ada kepengenan untuk meng-upgrade foto produk yang ada di blog dan media sosialku. Tapi aku jiper nih, karena berpikir pasti mereka pake kamera yang bagus, propertinya mahal-mahal, punya studio sendiri, lightingnya mahal dan lain sebagainya.

Kemudian aku gabung dalam group sharing online yang diadakan oleh Beautiesquad dengan narasumbernya Rahma Brilianita, yang membahas cara membuat flatlay yang estetik. Setelahnya, aku mulai mengaplikasikan ilmu yang aku dapatkan secara perlahan. Dari mulai menyiapkan perlengkapannya. Apa saja sih yang harus disiapkan?

KAMERA DAN CAHAYA

Kamera yang aku maksud adalah kamera yang ada pada hp ku sendiri ya. Bukan kamera profesional, aku juga pernah foto produk pakai kamera profesional, tapi hasilnya tidak aku tampilkan di sini. Jadi foto yang aku tampilkan di bawah ini semuanya memakai kamera hp android. Hp android yang aku gunakan ini adalah Xiaomi Redmi 4a (semoga gak salah) yang sudah aku gunakan selama 3 tahun lebih, sampai sekarang aku foto produk juga pakai kamera dari hp ini.

Setelah aku ikut sharing online itu ada perbedaan dalam cara mengambil foto. Perbedaannya adalah, dulu sebelum mengetahui menu yang ada dalam setting kamera, aku Cuma asal jepret-jepret saja. Yang penting semua kemasan full tertangkap kamera. Tapi, sekarang aku mulai menggunakan menu HDR dalam setiap foto yang aku ambil.

HDR sendiri menurutku membuat hasil foto lebih tajam, lebih focus, detail produk dan tulisan lebih terlihat jelas. Minusnya, kalau cahaya tidak tersebar dengan rata, hasil dari fotonya juga akan tidak bagus. Ini gunanya kita perlu memiliki aplikasi untuk mengedit foto.

Untuk pencahayaan, aku tetap akan menyarankan untuk foto pada waktu pagi hari atau sore hari. Kecuali memang kamu punya budget khusus untuk beli lighting, malah lebih bagus karena bisa ambil foto tanpa memikirkan jam tayangnya matahari.

Aku biasanya mengambil foto di teras depan rumah, dengan alas meja atau kursi dan dengan bantuan cahaya matahari yang baru terbit atau yang sudah mau tenggelam. Jadi cahayanya masih bagus dan bisa menghasilkan bayangan karena teras rumahku ada tiang dan beberapa tanaman.

Bayangan yang dihasilkan juga bisa kaliam gunakan sebagai pemanis dalam foto lho.
(tempat foto, teras. waktu foto, pagi atau sore hari. alas foto, meja atau kursi)
(hasil foto dengan alas meja)

(lokasi, teras. alas di meja dan di atas baju outer. menggunakan bayangan dari tiang. waktu pengambilan foto pagi hari.)

PROPERTI FOTO

Properti di sini adalah perlengkapan yang sederhana. Yaitu alas dan aksesoris.
Untuk alas sendiri aku memiliki beberapa jenis alas. Yaitu alas kain, bisa kain apa saja, bisa beli sesuai dengan warna yang kalian inginkan. Selain itu adalah  alas anti air, hijab dengan bahan kain kaos, kertas kalender, meja dan kursi. Yas, itu adalah alas yang biasa aku pakai untuk mengambil foto produk.
(alas meja)

Kalau temen-temen belum punya alas untuk foto, pakai apa saja yang ada di rumah kalian. Bisa kain polos, kertas kalender (pakai baliknya, biasanya kan baliknya putih polos), bisa pake jilbab (jilbab ibunya juga boleh), gorden, meja, kursi, lantai, tanah, rumput, kayu, nampan, piring, gelas dan lain sebagainya. Banyak sekali benda sekitar yang bisa kalian jadikan alas foto. Gak harus yang lebar atau luas banget, bisa yang lebih besar sedikit dari produk foto yang kalian pakai.

(alas kertas kalender bagian belakang dan properti centong kayu)

(background dan alas, hijab bahan kain kaos)

Setelah itu adalah aksesoris. Aksesoris tidak perlu yang aneh-aneh, gak perlu beli terlebih dahulu kecuali memang kalian menyediakan dana khusus. Kalau di rumah kalian ada bolpoin, tas kecil, tatakan cangkir, cangkir motif, buku, anting-anting, gelang, topi, kacamata, bunga kering, kancing baju, gantungan kunci, benang, jarum pentul warna-warni, daun kering, boneka kecil, jam tangan, dompet, dan lain sebagainya. Bahkan makanan dan minuman ringan juga bisa dijadikan property foto lho.
(properti: anting, kacamata, buku, cangkir, earphone)

(properti baju, bunga kering. alas foto, hijab kain kaos)

APLIKASI EDIT FOTO

Aku pribadi menggunakan beberapa aplikasi untuk mengedit foto yang aku ambil. Gunanya apa sih aplikasi editing ini?

Aplikasi yang aku pakai adalah Snapseed dan Lightroom CC. Kedua aplikasi itu bisa kalian dowonload di playstore kalian masing-masing. Gratis kok, maksudnya gak perlu premium kalau mau pake nya, karena sudah cukup lengkap untuk edit foto produk.



Kenapa sih perlu diedit fotonya? Karena gini sister, foto yang kita ambil itu bisa saja hasilnya akan kurang bagus. Kurang bagusnya adalah, warna kemasan produk bisa saja hasil di kamera sedikit berbeda dengan warna aslinya. Cahaya yang ditangkap kamera bisa saja kurang terang atau terlalu terang. Bahkan kita perlu edit hanya untuk crop saja, jadi agar hasil foto lebih focus ke produk, memotong foto juga akan diperlukan.


Jadi pada intinya, aplikasi editing ini dimanfaatkan untuk sebisa mungkin memberikan hasil yang real. Jadi apa yang ada di foto sesuai dengan barang asli yang dilihat oleh mata kita, baik itu dari segi warna kemasan dan produknya, besar kecil ukurannya dan lain sebagainya. Jadi meminimalisir komentar negatif (wah ternyata jauh beda sama yang di foto ya). Juga yang gak kalah penting, untuk memberikan watermark, biar foto kalian gak diambil pihak yang tidak bertanggung jawab..

(atas-sebelum edit. bawah-sesudah edit)

Nah itu tadi hasil pengalamanku yang mencoba mengaplikasikan ilmu yang aku dapat dari sharing online mengenai cara bikin foto produk yang lebih bagus. Gimana sisters? Cukup jelas belum?



Semoga sharing ku kali ini lebih bermanfaat lagi ya untuk teman-teman semuanya. Semoga juga temen-temen yang mulai pengen bikin foto produk sendiri baik itu untuk blogging, untuk jualan atau untuk koleksi pribadi bisa lebih sukses kedepannya.

Jangan lupa untuk reviewku tentang produk kecantikan yang mungkin kalian juga suka dan jangan lupa mampir lagi ya, see you!!!
Terimakasih

Wassalamualaikum.

Reactions:

2 comments:

  1. Huaa, inspirasi banget buat aku yang lagi buntu foto produk. Huhu.

    ReplyDelete
  2. Cahaya matahari adalah koentji!

    Kalau ga pakae cahaya matahari, misal mau indoor lighting jg menentukan lho.

    Eh tapi aku dari dulu pingin belajar flatlay, malah ga jalan karna ribet Akhirnya skrg tiap foto produk simple2 aja yang penting ga cuma wacana hahahaa

    ReplyDelete