Monday, April 20, 2020

REVIEW LIPCREAM 15RIBUAN DARI BRASOV

Assalamualaikum!

Hai sisterss!! Bagaimana kabar kamu semuanya? Semoga selalu bahagia ya. Setelah berbulan-bulan tidak update blog, akhirnya bisa menyapa sisters semuanya kembali. Semoga pada kangen dengan ku yes :p

Owkay, selagi masih hot tentang #dirumahaja nih ya, kegiatan kamu apa nih selama quarantine? Lebih sehat? Lebih banyak rebahan atau malah lebih produktif karena banyak waktu luang di rumah? Semoga apapun kegiatannya semuanya diberikan kesehatan. Aamiin.

Beberapa hari yang lalu tuh ya, aku melihat ada sebuah postingan di instagram tentang lipcream murah tapi lokal, ada beberapa brand. Salah satunya adalah Brasov. Jujur saja aku kurang seberapa ngeh sama lipcream ini, karena setahuku Brasov itu adalah brand parfum.

LIPCREAM MATTE BRASOV


Aku sendiri pernah memiliki beberapa jenis parfum dari Brasov. Wanginya cukup enak dan jenisnya beragam, yang paling penting adalah harganya yang sangat murah meriah. Parfumnya sendiri ada beberapa variant dan kategori. 

Setelah aku cari, ternyata memang ada Lipcream Brasov, Jadi Brasov yang memiliki username instagram HouseOfCatel ini baru saja launching produk dekoratif. Jadi gak hanya parfum aja nih, dekoratif yang dimaksud adalah lipcream, lipstick, kuteks atau nail polish dan lain-lain. Cukup oke kan.

Okay, mari kita langsung masuk ke lipcreamnya saja. By the way, Brasov Lipcream ini ada 4 shade ya. Nomor 1 sampai nomor 4. Dan semua Lipcream Matte Brasov ini sudah ada nomor BPOM nya.

KEMASAN


Untuk kemasan bagian luar berupa box kertas dengan warna dasar hitam kemudian dihiasi ornamen warna pink, merah, peach dan lain sebagainya. Kemudian terdapat berbagai macam informasi mengenai produk yang ada di dalamnya. Seperti komposisi produk, ilustrasi warna, deskripsi produk dan lain sebagainya.

Pada kemasan box ini terdapat potongan di mana bagian tube lipcream terlihat. Jadi tidak perlu mengeluarkan tube lipcream untuk mengetahui warna yang ada di dalam tube. Akan tetapi, menurutku ini juga tidak terlalu membantu kita mengetahui warna lipcreamnya. Kenapa? Nanti akan aku infokan.

Kemasan dalamnya sendiri berupa tabung dengan kemasan plastik dan tutup berwarna silver. Untuk keterangan nama shade ada di bagian bawah tabung. Kemasan tabungnya ini sangat enteng, kelihtannya sih gak rawan pecah ya akan tetapi jangan ambil resiko dengan uji coba menjatuhkan lipcream :p

Tbh, aku kurang begitu suka dengan kemasannya, karena terlihat sangat murah gitu lho. Hanya saja kalau dilihat dari kejauhan memang tidak ketahuan kalau ini plastik. Yah, perlu kita ingat, produk lipcream ini sangat murah. Jadi kemungkinan untuk kemasan bisa menekan biaya produksi.

Kemudian untuk aplikatornya menempel pada tutup ulir. Gagang aplikator berwarna putih, tidak terlalu lentur akan tetapi juga tidak terlalu kaku. Untuk ujung aplikatornya cukup runcing, jadi bisa menjangkau bagian tepi bibir dengan baik.

ISI PRODUK


Masuk kepada isi produk atau isi lipcreamnya sendiri. Yang pertama kali aku bahas adalah tentang aromanya. Saat pertama kali membuka tutup botolnya, langsung tercium aroma vanila manis dari dalam kemasan Brasov lipcream ini. Sedikit menyengat saat awal dipakai, akan tetapi setelah itu aromanya cepat hilang.

Ketika diaplikasikan, tekstur yang terasa adalah cair. Jadi tidak terlalu kental sehingga tidak seret saat diaplikasikan. Akan tetapi apakah blendable? Tunggu dulu.

Untuk pigmentasi, ada warna yang pigmentasinya cukup oke, akan tetapi ada warna yang sheer untuk pigmentasinya. Dengan harga sekian, ini cukup masuk akal. Akan tetapi bukan berarti gak bisa dipakai untuk bibir yang gelap ya, akrena semua bisa diakali.

Jadi akan aku sertakan swatch semua warna di tangan dan juga di bibir. Akan tetapi akan aku informasikan dan aku ingin jelaskan tentang pernyataanku tentang warna yang ada pada kemasan, warna yang terlihat dari luar tabung dan warna asli itu agak sedikit berbeda untuk beberapa shade.


Nah, terlihat ya ada sedikit perbedaan dari warna yang ada di kemasan, di tabung lipcreamnya dan yang aku swatch di tangan. Ada warna yang sama tapi ada juga warna yang jomplang sekali. Akan tetapi sebenernya tidak masalah bagiku, bagiku lhoh ya.

Baiklah, mari kita lanjut ke swatch yang nampak di bibirku.


SETELAH PAKAI


Okay, aku pribadi tidak berani untuk mengatakan ini tes ketahanan lipcream ya. Karena aku tidak memakai lipcream ini seharian. Hanya beberapa jam saja kemudian aku.

Setelah pemakaian, yang aku rasakan memang llipcream ini matte seperti nama produknya. Untuk pemakaiannya sendiri ada warna yang smooth saja ketika diaplikasikan, akan tetapi ada beberapa warna yang sangat susah untuk diratakan. Lipcream matte ini disemua shadenya, yang aku rasakan, sangat lama keringnya. Hampir 30menit setelah apply juga tidak bisa kering 100%, jadi jika gak sengaja mengatupkan bibir, lapisan lipcream yang ada pada bibir, terangkat di beberapa bagian.

Akan tetapi, ngesetnya cukup cepat kalau setelah diapply langsung diblend. Jadi aku sempet juga ingin menggunakan lipcream ini sebagai blush on, dan oke. Hanya saja memang harus cepat diblend, dan applynya harus dikit-dikit.  Nanti akan sekalian aku sertakan foto ketika aku ngeblend di kulit secara merata.  


Untuk shade nomor 2 dan nomor 3 adalah warna yang sangat susah untuk aku ratakan. Harus beberapa kali melakukan pengulangan atau bahkan harus menghapus lagi lalu pakai lagi dari awal. Ketika ingin menambahkan layer, walaupun layer pertama dalam kondisi basah, setengah kering maupun kering, pasti akan terangkat oleh usapan selanjutnya. Ini makan waktu lebih banyak untuk memakainya. Jadi untuk 2 nomor ini adalah shade yang tidak aku suka jika aku gunakan di bibir.

Untuk shade nomor 1 adalah warna merah menyala. Aku sangat menyukai warna merah ini karena warnanya sangat cantik dan membuat wajahku sedikit lebih cerah ketika aku memakai warna ini di bibirku. Sayangnya, shade ini juga pemakaiannya sedikit tricky. Akan tetapi tidak setricky yang nomor 2 dan 3.

Shade nomor 4, ini adalah shade yang bakalan lebih banyak disukai dari kesemua warna karena warna ini yang paling wearable. Paling cocok untuk dipakai sehari-hari. Warnanya cantik dan lipcreamnya sendiri paling gampang untuk diapliksikan ke bibir. Tidak terlalu patcy seperti beberapa warna yang lain. Akan tetapi problemnya sama, ketika menambahkan layer, layer pertama agak sedikit terangkat.



AKAN TETAPIIIIIIII............ Jangan sedih dulu. Walaupun performa Lipcream Matte Brasov ini (bagiku) kurang oke, bukan berarti tidak bisa dipakai sama sekali lhoh ya. Kita harus bijak dalam menggunakan. Benar memang di bibirku tidak terlalu oke, akan tetapi lipcream ini masih bisa aku gunakan sebagai pengganti eyeshadow dan blush on.



Karena warnanya ada yang sheer, jadi jika dijadikan pengganti blush on, bisa menambah rona pipi dengan natural. Juga perlu diingat, dengan harga hanya Rp. 15RIBU saja lipcream ini sudah bisa kamu beli. Bahkan bisa lebih murah jika kamu pintar mencarinya di online shop. Isi dari lipcream ini adalah 6gr. 

Oh ya, Brasov ini memang Made in China, akan tetapi House Of Catel sebagai company dari Brasov ini adalah brand Indonesia. 

Okay, jadi itu tadi reviewku mengenai lipcream 15ribuan ini. Tidak ada salahnya untuk mencoba beli dan pakai salah satu dari shade nya, apalagi nomor 1 atau nomor 4. Warna yang paling bisa dipakai di bibir.

Nah kalau nomor 2-3 lebih oke dijadikan eyeshadow atau blush on. 
Kamu mau coba, sister?



Wassalamualaikum. 




Friday, April 10, 2020

Jangan Lengah, Waspadai Buah Hati Anda dari Gejala DBD



Wah bagi Ibunda dengan bayi yang memiliki usia atau umur yang berada di bawah 1 tahun maka memiliki risiko terhadap demam berdarah dengue yang lebih tinggi (DBD), lho! Oleh seba itu, Ibunda disarankan mampu teliti pada gejala-gejala yang terjadi di awal.
Dengue hemorrhagic fever ialah penyakit yang biasanya terjadi pada negara beriklim tropis, contohnya yaitu Indonesia. Penyakit yang kemudian disebut DBD ini diakibatkan karena virus dengue yang mampu menginfeksi manusia dari adanya gigitan nyamuk yaitu A. aegypti. Semua orang mampu terkena penyakit ini, tidak terkecuali yang terjadi pada bayi serta anak-anak.
Pada  saat ini belum terdapat metode pengobatan yang secara spesifik mampu dalam mengobati maupun menangani DBD. Penanganan yang kemudian diberikan akhirnya bertujuan dalam rangka mengurangi gejala ataupun mencegah komplikasi yang terjadi, serta dalam hal membantu tubuh untuk melawan adanya virus dengue sehingga mampu sembuh secara alami.
Penanganan terhadap munculnya ciri demam berdarah pun sebaiknya dapat dilakukan di rumah sakit terdekat berdasarkan  pemantauan dari dokter yang bertugas, hingga kemudian kondisi yang terjadi pada bayi semakin membaik. Jika dokter kemudian mengijinkan akhirnya si kecil untuk dirawat di rumah, maka Ibunda sebaiknya melakukan beberapa hal terkait penangannya berikut ini yaitu diantaranya:
a.     Memastikan si kecil tidak sampai kekurangan adanya cairan hingga menyebabkan terjadinya dehidrasi. Jadi, Ibunda diharapkan berikan asupan cairan secara cukup sering dari asupan biasanya. Bayi usia 6 bulan ke bawah tentunya diperbolehkan untuk meminum ASI maupun konsumsi susu formula. Air putih mampu diberikan secara berkala ketika usia si kecil sudah di atas usia atau umur 6 bulan.
  1. Dalam meredakan demamnya, Ibunda pun dapat memberikan obat penurun demam yang biasanya diresepkan oleh dokter.
  2. Lalu dapat pula dengan memastikan si kecil cukup istirahat setiap harinya juga setelah keadaan telah memulih sekalipun.
Satu-satunya cara yang cukup efektif dalam rangka mencegah bayi tersebut terkena ciri demam berdarah melalui kegiatan menghindari atau menjauhka dari adanya gigitan nyamuk, serta melalui pemberian vaksin yang utamanya mampu melindungi bayi dari datangnya virus dengue. Vaksin dengue kemudian direkomendasikan bagi anak-anak yang memiliki usia atau umur 9-16 tahun.
Dalam menjauhkan si kecil dengan kemunculan dari nyamuk penyebab DBD, Ibunda pun dapat melakukan beberapa hal seperti berikut:
  • Jangan lupa untuk mengoleskan keterdapatan obat anti nyamuk dengan kandungan DEET 7-20 persen, picaridin, atau IR3535. Sehingga obat ini dapat digunakan untuk bayi dengan umur atau usia 2 bulan ke atas.
  • Ibunda dapat memakaikan si kecil dengan kostum berupa baju dengan bahan dasar  katun longgar yang sekiranya menutupi tubuh hingga pada bagian kaki dan tangannya.
  • Memasang pula jaring-jaring yang berupa antinyamuk maupun kelambu di tempat tidur maupun stroller-nya.
  • Memasang pula jaring-jaring antinyamuk pada ornamen rumah seperti jendela dan pintu sehingga nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah.
  • Ibunda jangan lupa pula dalam hal membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, talang air, vas bunga dan tempat penampungan air minum, minimal seminggu sekali. Setelah dibersihkan, jangan lupa untuk menutup tempat-tempat penampungan air tersebut.
  • Tak lupa untuk selalu membuang sampah yang dapat menampung air, contohnya plastik dan botol bekas, agar nyamuk tidak bertelur di situ.
Jika kondisi si kecil justru semakin memburuk setelah demamnya turun, Ibunda jangan menunda untuk segera mungkin membawa si buah hati kembali ke dokter. Periode kritis pada ciri demam berdarah sering kali juga terjadi disaat suhu tubuh  mengalami penurunan setelah fase demam. Kondisi ini pun kemudian membutuhkan adanya pemantauan serta perawatan tim medis seperti dokter anak di rumah sakit.