Thursday, December 17, 2020

Kenalan Yuk Sama Vaksin Sinochem!

 

Sumber: Kompas.com


Masih ingat tidak kapan pertama kali COVID-19 datang ke Indonesia atau saat pertama kali kasus pertama ada? Sudah cukup lama ya. Beberapa bulan kita sudah dihantui rasa was-was dan khawatir karena adanya wabah ini. Sampai saat ini pun Indonesia masih berjuang untuk melawan pergerakan dari wabah ini, tentu saja harus ada kesadaran bersama ya agar permasalahan ini cepat selesai.

Data Indonesia dari SATGAS Penanganan Covid-19, ada lebih dari 390ribu jiwa yang positif terjangkit virus ini dan 13.000an jiwa meninggal akrena virus ini. Dari data tersebut bisa terlihat bahwa pergerakan virus ini masih ada dan makin banyak jiwa yang terjangkit walaupun banyak juga yang sembuh dari wabah ini. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama melawan.

Melawan COVID-19 ini ada banyak cara. Patuhi protokol kesehatan, memakai masker ketika bepergian dan bertemu dengan orang. Selalu menjaga kebersihan diri dan tangan ketika selesai atau akan memegang sesuatu. Pastika selalu jaga jarak dengan orang lain ketika berpapasan, bertatap muka, meeting, dan hindari berjabat tangan. Serta jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi tinggi dan olahraga yang teratur. 

Salah satu cara pemerintah yang digunakan untuk melawan COVID-19 ini selaun dengan membuat protokol kesehatan ayng harus dipatuhi oleh masyarakat tetapi juga dengan Vaksin yang akan diberikan pada masyarakat Indonesia. Pemerintah akan melakukan vaksinasi secara massal atau besar-besaran yang bertujuan untuk membentuk komuni yang bisa menangkal virus tersebut. Komunitas yang sudah kebal terhadap COVID-19 akan membantu menangkal penyebaran virus ini.

Salah satu vaksin yang COVID-19 yang sedang dites uji klinisnya adalah vaksin Sinovac Biothechnologi atau vaksin Sinochem. Uji vaksin ini sedang dalam 3 fase. Vaksin dosis fase pertama diberikan pada 1.620 sukarelawan pada tanggal 21 Oktober. Pemberian dosis kedua diberikan pada 1.074 sukarelawan, dan saat ini fase ketiga sudah diberikan pada sukarelawan.

Fase ketiga ini merupakan fase terakhir dalam pengujian vaksin, dalam tahap ini  para ahli akan melakukan vaksinasi pada ribuan orang lalu menentukan apakah vaksin ini efektif utnu melindungi tubuh dari virus SARS-CoV-2. Vaksin ini harus melindungi minimal 50% dari sukarelawan yang telah divaksinasi kemudian para ahli akan meneliti efek dari penggunaan vaksin ini sekaligus meneliti ada atau tidaknya efek samping yang ditumbulkan. 

Prof Wiku Adisasmito akan memastikan dahulu uji vaksin 100% aman sebelum disuntikkan pada masyarakat. Akan tetapi proses pengujian akan memakan waktu usaha dan waktu yang cukup lama. Meski begitu, jika nantinya vaksin ini sudah resmi bisa digunakan, vaksin ini akan diprioritaskan pada kelompok tertentu. Misalnya tenaga kesehatan yang menjadi pioner terdepan dalam mengatasi wabah ini.

Dilansir dalam situs Halodoc sebanyak 340 juta dosis vaksin atau untuk 170juta jiwa ( terdapat dua dosis vaksin untuk satu orang) akan disiapkan untuk vaksinasi di Indonesia. Kementrian Kesehatan juga sudah membuat strategi mengenai vaksinasi nasional untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Akan tetapi untuk permasalahan harga vaksin, belum ada kejelasan mengenai harga vaksin Sinovac.

Bukan hanya dari harga vaksin, akan tetapi juga tenggat waktu vaksin tersebut keluar. Dalam situs Halodoc juga disebutkan bahwa proses uji klinik vaksin Sinochem ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses uji klinis yang sangat detail. Sehinggi untuk uji coba sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak bisa memastikan kapan vaksinasi tersebut siap edar.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment