Eka Kuncoro: NGOPI CANTIK BAHAS SKINCARE

Thursday, October 25, 2018

NGOPI CANTIK BAHAS SKINCARE

Assalamualaikum, beauties!!!! 


Apa kabarnya? Semoga makin bahagia yah. 
Kali ini aku mau share informasi yang baru aja aku dapet dari Ngopi Cantik yang diadakan oleh Beautiesquad dengan narasumber Insommia. 
Ngopi cantik ini agenda rutin Beautiesquad yang kegiatannya adalah seperti seminar tapi online gitu. Topik yang dibahas selalu berbeda dan selalu menarik. Kali ini pembahasannya adalah tentang Mitos dan Fakta Seputar Skincare dengan narasumber Mia. 



Bagi yang belum tau Mia, dia adalah beauty blogger yang aku bilang ahli dalam skincare. Khususnya untuk ingredients nya. Kalau gak percaya, bisa kalian cek langsung di blog nya Mia ya. 
Oke mari kita lanjutkan Mitos dan Fakta Skincare yang dijabarkan oleh Insommia pada Ngopi Cantik batch 7 kali ini. 
MITOS DAN FAKTA SEPUTAR SKINCARE 

1.  Kosmetik natural dan kosmetik berbahan dasar kimia.
Enggak semua kosmetik natural itu safe. Dan nggak semua produk sintetis, which is diproduksi dengan menggunakan bahan bahan kimia itu berbahaya Masih banyak dari kita yang suka ngeshare "produk ini aman tanpa bahan kimia",  secara konteks salah sih, jadi kayak pembodohan umat.
Karena gini sih, kalo kita ngomongin soal water, pasti banyak ya di toner, moisturizer, lotion dll itu pasti selalu jadi ingredients pertama atau kedua dicantumin di produk. Water -> aqua -> air - H2O. Water itu natural, safe, aman selama enggak ada rasa, bau, dan warna yang aneh. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, yang namanya air itu ada namanya sendiri di ilmu kimia: H2O. Jadi, nggak bisa dibilang natural itu enggak mengandung unsur kimia.
Nah, kenapa sih yang natural nggak selalu safe? Kita pasti pernah denger yang namanya titanium dioxide dan zinc oxide. Kalo suka pake sunscreen, pasti tahulah ya, atau hapal sama dua bahan ini.Nah, dua duanya punya fungsi sebagai sunscreen agent yang bagus untuk melawan UVA dan UVB.
Tapi faktanya, sunscreen agent yang diproduksi di pabrik itu dibuat dalam bentuk sintetis. Jadi walaupun di alam ada juga yang namanya titanium dioxide dan zinc oxide, kedua bahan ini nggak safe kalau kita pakai buat bahan skincare, karena beracun. Jadi perlu diputarbalikkan mindset itu bahwa natural nggak selalu safe, dan sintetis nggak selalu bahaya.
Contoh lain, misalkan ngomongin silikon. Silikon itu sintetis, suka banyak yang menganggap ini bahaya. Biasanya karena kita suka denger atau baca artikel yang ngomongin soal suntik silikon. 
Bahwa ya, memang ada jenis-jenis silikon berbahaya, itu bener. Tapi kalau sifatnya untuk kita pakai sebagai skincare, produsen juga mikir, nggak mungkin menggunakan bahan berbahaya buat ditemplokin ke muka. Dimethicone itu sangat aman, dan sebetulnya merupakan jenis silikon terbaru yang nggak bikin pori pori kita tersumbat. 
2. Paraben.
Jadi paraben ini sifatnya sintetis, alias dibikin dengan menggunakan unsur unsur kimia, nggak berasal dari alam. Salah satu alasan kenapa orang orang takut sama paraben itu karena katanya sih penyebab kanker payudara. Tapi kalau kamu salah satu followers @labmuffinbeautyscience, mungkin kamu pernah baca juga artikel dia tentang paraben. 
Sejarahnya begini sih, media itu sempat menggembar gemborkan bahwa paraben sebagai reseptor estrogen yang bisa mempengaruhi hormon wanita. Estrogen ini dikaitkan sama penelitian kanker payudara dan ketidakmampuan wanita melakukan reproduksi. Mereka salah mengartikan gara gara ada penelitian yang dilakukan tahun 2004 terkait kanker payudara, di mana katanya sih di jaringan di dalam payudara ditemukan paraben.Cuman sebetulnya jumlah paraben yang ditemukan itu, kalau diibaratkan, seperti sejumput pasir yang kita genggam pas kita lagi di Sahara. Artinya, sedikit banget. 
Jadi, kalo ada green beauty campaign yang nyebut "no paraben, no lanolin, no SLS", buat Mia itu pembodohan. Di indonesia, kebanyakan produk itu pake ethylhexylglycerin, phenoxyethanol, sama DMDM hyantoin buat bahan pengawet kosmetik, atau skincare.Sampai sejauh ini, paraben termasuk yang paling aman. Karena udah ratusan tahun dari sejak ditemukan sampai sekarang, kasus alergi atau kasus yang membuat paraben dianggap berbahaya itu sangat sedikit
Sementara phenoxyethanol itu dilarang di beberapa negara, dan kemungkinan alergi yang timbul itu rasionya lebih besar dibanding paraben. DMDM hyantoin itu bahan pengawet yang merupakan jenis formaldehyde, dalam arti, ketika ada bakteri hinggap di skincare, DMDM ini fungsinya sebagai antimikroba yang akan membunuh bakteri. Walaupun sampai detik ini masih dianggap aman (tapi setahuku sih kadar persen yang boleh dipakai itu 0.2%), kemungkinan kulit kita iritasi itu jauh lebih besar ketika menggunakan produk dengan bahan pengawet DMDM. Ini, sebetulnya, masih teori Mia sendiri, jadi silahkan check lagi kalau kurang yakin..
Karena CIR (Cosmetics Ingredients Review), salah satu lembaga terpercaya yang didirikan di Amrik atas inisiasi beberapa brand kosmetik, ngerilis info kalo DMDM hyantoin, phenyoxyethanol, dan paraben aman selama memenuhi standar safety-nya mereka. Oya, OOT, Mia yakin kalian juga sering dengerin soal lembaga bernama EWG, Environmental Working Group. Aku biasanya melesetin jadi Environmental Worry Group, karena mereka salah satu lembaga yang ngerilis info paraben itu bahaya πŸ˜”
Ada studi di tahun 2007 yang mempelajari soal pembesaran jaringan payudara yang tidak normal pada tiga remaja laki laki; mereka jadi punya payudara Namanya prepubertal gynecomastia, bisa di-googling. Studinya dipublikasikan di New England Journal of Medicine. It turns out, ternyata tea tree oil dan lavender oil penyebabnya; dua oil ini bisa merangsang estrogenic effect. Jadi gak selamanya yang natural itu safe. Dan paraben itu gak bahaya, kok. Karena biasanya paling banyak 1% kandungan paraben di skincare; malah sebetulnya biasanya cuma 0.1-0.2% aja.

3. Petroleum Jelly dan mineral oil berbahaya? Mitos.
Ini natural, karena mineral oil dan petrolatum itu terbentuk dari hidrokarbon. Apakah safe? Ini safe. Orang pada takut karena disebut sebut kalau mineral oil dan petrolatum itu berasal dari petroleum. Petroleum itu cairan yang ditemukan di bawah batu sedimen, biasanya dipake untuk bahan bakar mobil (bensin) dll. Tapi petrolatum atau mineral oil yang dipake di skincare itu hasil distilasi, dan kalo misal ternyata produsen membeli mineral oil dan petrolatum yang diproses purifikasi terbaik, sebetulnya itu bahan yang nggak akan bikin clogged pores. 
Jadi misal nih, kayak kita beli produk mengandung mineral oil terus malah kayak bikin komedoan atau jerawatan, belum tentu itu penyebabnya. Bisa jadi sejak awal pori pori kamu tersumbat tapi nggak nyadar, atau bahan mineral oil yang dipakai itu bukan hasil purifikasi terbaik, jadi produsen beli yang murah meriahnya untuk menekan cost produksi. Itu mungkin, jadi jangan langsungnyalahin skincare kalo nggak berguna di kulit kita.

4. Gold dan Collagen sebagai bahan anti aging? Mitos.
Ini dimulai ketika tren mengawinkan unsur metal ke skincare, tim marketing ngelaunch tren ini supaya pada banyak yang beli. Aku yakin pasti ada yang pernah pake, karena aku pun salah satu yang dikirimin produk mengandung partikel nano gold. Sampai sejauh ini, kalo mau ngomonginsoal unsur metal, yang paling bisa dipercaya itu copper-peptide. Karena sudah ada cukup banyak penelitian yang mengarah ke sana, dan peptide sendiri memang salah satu bahan menjanjikan untuk antiaging.
Nah, buat collagen sendiri, ada istilah hydrolyzed collagen. Jadi intinya sih itu berupa collagen yang dipecah pecah lagi hingga jadi molekul terkecil. Ini bakal agak sedikit bikin pusing ya wkwk, tapi aku pikir beauty blogger perlu tahu seenggaknya apa itu Dalton rule. Gampangnya sih, Dalton rule itu salah satu cara yang bisa dipakai untuk menentukan apakah suatu bahan itu skincare atau drug (obat) yang bisa jadi skincare. Kalo di bawah 500 maka sifatnya drug, kalo di atas 500 maka itu skincare.
Cara nyari taunya gimana? Cari massa molekulnya (molecule weight). Setahuku salicylc acid di kisaran seratusan, jadi itu sifatnya bisa jadi drug, makanya tidak disarankan buat ibu hamil. 
Sementara collagen itu di kisaran molecular weight 80-12 kD, jadi kira kira ribuan sampai puluh ribuan.

Kalo pake logika, gimana ceritanya collagen bisa membantu untuk antiaging padahal nembus ke lapisan kulit teratas aja gak bisa? Malah bakal jadi sit on top aja, itulah alasannya kenapa Mia cenderung nyebut collagen sebagai humektan, cuma bisa bikin kulit jadi lebih moist aja. 
Sementara salicylic acid, berhubung dia bisa jadi drug, maka sangat mungkin bisa nembus ke pori pori terdalam, dan membantu melakukan eksfoliasi dari bagian dalam kulit. 

5. Tentang Retinol
Retinol itu di kisaran 200an, jadi bahwa ya, itu memang bisa jadi bahan antiaging, itu bener.


Itu tadi Mitos dan Fakta yang banyak dipertanyakan di masyarakat. Sekarang waktunya share hasil tanya jawab antara Mia sebagai narasumber dengan peserta Ngopi Cantik. Tanya jawabnya sebagian besar adalah tentang pemakaian skincare dan skincare apa yang cocok dengan kulit. 

TANYA JAWAB
Q: apa BPOM sudah melindungi konsumen dari produk kosmetik berbahaya? Kenapa brand menggemborkan paraben-free padahal paraben itu aman?

A: Aku rasa harusnya BPOM itu ngegenjot lebih strict lagi karena setahuku sekarang banyak produk beredar atas izin BPOM, tapi tanpa pengecekan dari BPOM sendiri. CMIIW, dari yang pernah aku baca, kode izin edar sama kode sudah dicek oleh BPOM sendiri itu beda. Untuk izin edar namanya notifikasi kosmetik, sementara nomor registrasi BPOM diberikan oleh BPOM setelah sampel produknya diuji.
Sayangnya, sayang banget, BPOM itu nggak kayak FDA. FDA itu semacam BPOM di Amrik. Contoh mudahnya ya, aku susah lho mau nyari Peraturan Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika Indonesia yang lengkap. Ada tapi, itu out of date banget, tahun 2011. FDA punya ini dan diatur sedemikian rupa walaupun mereka juga belum 100% sempurna. Intinya sih mulai dari permintaan konsumen yang ingin serba green, makanya industri menjawab demikian: no paraben, no lanolin, dll. Kita sedang membodohi diri kita sendiri

Q: Bagaimana dengan anjuran pakai skincare yg sebagian besar orang tidak mematuhi anjuran pakai? Apakah aman dan diperbolehkan menggunakan dalam kadar dan intensitas yg lebih?

A: Aturan itu dibuat karena ngeliat dari rata-rata yang dibutuhkan konsumen dalam pemakaian, mirip kayak minum obat, ada tujuan tertentu. Bakal ketahuan nantinya kalo emang overdose, pasti ada reaksi tertentu di kulit kita. Tapi misal nih kayak pake masker yang katanya 2-3x seminggu, buat aku tetep tergantung kulitnya sendiri. Kalo memang badak dan perlu lebih banyak, why not? Aku pake AHA tiap hari dan sejauh ini buatku itu cara efektif. Padahal ada anjuran 2-3x seminggu pemakaian.

Q: Memilih skincare yang safe tu gimana? dilihat dari ijin BPOM, no animal testing atau brand?

A: Aku biasanya baca dulu bagian komposisi buat milih yang safe buat kulit. Ini yang paling penting buat diketahui: kalo misal ada komposisinya berupa aqua tanpa satu pun bahan pengawet, jangan pernah beli. Karena air itu perlu bahan pengawet, dan embel embel natural sekarang ngarahnya ke "tanpa bahan pengawet". Kalo misal dia tanpa bahan pengawet, kayak Pyunkang Yul Essence Toner tapi mencantukan PAO, misal 6 bulan, buat aku masih safe. Aku cenderung menghindari produk yang non cruelty free karena banyak yang dibuat di China, dan yang di China dipalsuin dan dijual lagi di Indonesia dan aku gak yakin yang beredar dijual bebas di e-commerce 100% asli, bisa jadi suatu saat zonk ternyata malah beli palsu dan dipake. Jadi itu alasannya kenapa aku pilih brand cruelty free, menghindari kemungkinan dapet barang palsu. Sesuai preferensi masing masing.

Q: Gimana tipsnya jelasin ke audience dengan baik tanpa jadi menyesatkan tapi juga ga kecewain klien? 

A: Emang susah ya kalo mau jujur tapi tidak menyakiti hati klien. Kalo aku biasanya diperhalus kata katanya, misal: "walaupun no paraben, sebetulnya paraben sejauh ini masih dianggap safe kok. Kecuali kalau kamu alergi paraben, maka sebaiknya hindari produk mengandung paraben". Jadi aku selalu nyebut, kalo kamu nggak ada alergi sama bahan tertentu, sebetulnya ini safe. Tapi brand A dengan judul X itu memang tidak memakai bahan Y sama sekali. Jadi jika concernmu adalah produk tanpa bahan Y, maka kamu bisa mempertimbangkan membeli brand A.

Q: Tentang chemical peeling, sebenarnya itu pemakaian yg baik digunakan berapa hari sekali? Karena ada produk yg mengatakan bisa pakai setiap hari. Saat wajah berjerawat, boleh peeling nggak? Lebih aman pakai masker wajah atau chemical peeling?

A: Kalo sesuai anjuran itu sekitar 2-3x seminggu. Tapi aku pake lactic acid yang TO sama serum X FSS hampir tiap hari, selang seling, karena tau kalo dua duanya mild dan kulitku bisa ngetolerir. Pas berjerawat justru bakal lebih cepet pulih pas pake chemical peeling. Di awal sebel sih pasti gara gara jerawat nambah banyak banget. Tapi jadi lebih cepet diganti kulit baru.

Q: Apa baik menyimpan skincare di dalam kulkas setiap hari? Apa sebenarnya kegunaan menyimpan skincare di kulkas? Apakah hanya agar skincare saat dipakai dingin? Atau lebiH untuk agar awet saja skincarenya?

A: Yup, gak masalah sih kalo mau nyimpen di kulkas dalam waktu lama. Karena biasanya sih yang bikin kita simpen di kulkas supaya tekstur, warna, dan wanginya nggak aneh aneh, atau juga menghindar dari jamur. Ada produk yang bisa kayak gini kalo gak dikulkasin, ada juga produk yang bakal baik baik aja kalo gak dikulkasin, contohnya kayak Vaseline atay clay mask. 

Q: Aku kan kulitnya jd dry n sensitive skin ya.. Untuk rescue pertama kali, lebih hydrating kulit dulu apa gimana ya?

A: Yang pasti supaya keadaan skin barrier-nya bisa seimbang harus ada produk hydrator dipake, kalo tipe kering itu pake humektan macem glycerin, atau occlusive kayak wax atau oil. Soalnya kalo barrier-nya bermasalah, gampag banget masalah kulit timbul. Jadi buat rescue bagusnya: 1) Kontrol kesehatan, 2) Pake sabun cuci muka yang pH friendly, 3) Pakai produk yang bisa ngerepair skin seperti yang mengandung ceramide, urea, vitamin B5, 4) Pake sunscreen yang emang sudah cocok banget di kulit; kecuali kondisi kulit beda jangan ganti ganti.

Oke, jadi itu tadi semua bahasan yang aku dapet dari Ngopi Cantik bareng Beautiesquad dan Insommia kali ini tentang Mitos Fakta tentang Skincare. 
Buat temen-temen yang masih ada pertanyaan karena tulisanku kurang jelas ,bisa komen di bawah ya .Atau kalau mau lebih puas lagi ,langsung tanya ke Mia aja karena dia lebihpaham, hehehe. 
Segitu dulu sharing informasi yang aku dapet kali ini ,semoga tiap Ngopi Cantik aku bisa ikutan terua biar bisa terus sharing info ke temen-temen semuanya. 
Terimakasih udah mampir, jangan segan mampir lagi .

Wassalamualaikum 

14 comments:

  1. Ngopi yg sangat amat berfaedah , dan banyak banget info baru thx youu sudah di post kak❤❤

    ReplyDelete
  2. waaah seru ya beb, banyak ilmunya, sayangnya aku kmren ga keburu ikutan huhuhuhu

    ReplyDelete
  3. Wah thankyou banget nih infonya. Membantu sekaliii kak

    ReplyDelete
  4. Bebb.. Gile penjelasannya jelas banget. Aq sampe baca2 dua kali lho..

    ReplyDelete
  5. Seru ya ngopi ya , jadi makin banyak informasi. Next kudu ikutan πŸ˜€

    ReplyDelete
  6. Seru banget ya ngopcan nya. Aku juga dapet banyak ilmu dari ka mia.

    etherealpotato

    ReplyDelete
  7. Menarik ya kak pembahasan ngopcan kmren😍

    ReplyDelete
  8. wah jdi nambah ilmu baru nih, terima kasih ya

    ReplyDelete
  9. Wah pasti rame ya ngopcan kemaren tp tp aku kalo ikut yg ini berasa kuliah lg jdnya wkwk plus mager bikin blogpostnya eheh

    ReplyDelete
  10. Wah bermanfaat banget ngopcannya. Jadi tau dikit tentang skincare

    ReplyDelete
  11. Bermanfaat terutama tentang bahasan gimana ga menyakiti hati klien. :)

    ReplyDelete
  12. Hmm, ternyata yaa.. Mitos mitos itu. πŸ™„πŸ™„πŸ™„ mengedukasi sekali biar ngga buta ilmu pengetahuan skincare 😱

    ReplyDelete
  13. Aku juga seneng bisa ikutan ngopcan bareng beautiesquad. Ilmu2 nya sangat bermanfaat 😍

    ReplyDelete
  14. Infonya bermanfaat nih menarik ngopcannya~

    ReplyDelete

FIRST IMPRESSION WITH MOB COSMETICS

ASSALAMUALAIKUM BEAUTIES Apa kabar? Semoga tetep dan semakin berbahagia ya. Ok, aku mau share racun baru ku. Yaitu paket beauty yan...