Friday, April 10, 2020

Jangan Lengah, Waspadai Buah Hati Anda dari Gejala DBD



Wah bagi Ibunda dengan bayi yang memiliki usia atau umur yang berada di bawah 1 tahun maka memiliki risiko terhadap demam berdarah dengue yang lebih tinggi (DBD), lho! Oleh seba itu, Ibunda disarankan mampu teliti pada gejala-gejala yang terjadi di awal.
Dengue hemorrhagic fever ialah penyakit yang biasanya terjadi pada negara beriklim tropis, contohnya yaitu Indonesia. Penyakit yang kemudian disebut DBD ini diakibatkan karena virus dengue yang mampu menginfeksi manusia dari adanya gigitan nyamuk yaitu A. aegypti. Semua orang mampu terkena penyakit ini, tidak terkecuali yang terjadi pada bayi serta anak-anak.
Pada  saat ini belum terdapat metode pengobatan yang secara spesifik mampu dalam mengobati maupun menangani DBD. Penanganan yang kemudian diberikan akhirnya bertujuan dalam rangka mengurangi gejala ataupun mencegah komplikasi yang terjadi, serta dalam hal membantu tubuh untuk melawan adanya virus dengue sehingga mampu sembuh secara alami.
Penanganan terhadap munculnya ciri demam berdarah pun sebaiknya dapat dilakukan di rumah sakit terdekat berdasarkan  pemantauan dari dokter yang bertugas, hingga kemudian kondisi yang terjadi pada bayi semakin membaik. Jika dokter kemudian mengijinkan akhirnya si kecil untuk dirawat di rumah, maka Ibunda sebaiknya melakukan beberapa hal terkait penangannya berikut ini yaitu diantaranya:
a.     Memastikan si kecil tidak sampai kekurangan adanya cairan hingga menyebabkan terjadinya dehidrasi. Jadi, Ibunda diharapkan berikan asupan cairan secara cukup sering dari asupan biasanya. Bayi usia 6 bulan ke bawah tentunya diperbolehkan untuk meminum ASI maupun konsumsi susu formula. Air putih mampu diberikan secara berkala ketika usia si kecil sudah di atas usia atau umur 6 bulan.
  1. Dalam meredakan demamnya, Ibunda pun dapat memberikan obat penurun demam yang biasanya diresepkan oleh dokter.
  2. Lalu dapat pula dengan memastikan si kecil cukup istirahat setiap harinya juga setelah keadaan telah memulih sekalipun.
Satu-satunya cara yang cukup efektif dalam rangka mencegah bayi tersebut terkena ciri demam berdarah melalui kegiatan menghindari atau menjauhka dari adanya gigitan nyamuk, serta melalui pemberian vaksin yang utamanya mampu melindungi bayi dari datangnya virus dengue. Vaksin dengue kemudian direkomendasikan bagi anak-anak yang memiliki usia atau umur 9-16 tahun.
Dalam menjauhkan si kecil dengan kemunculan dari nyamuk penyebab DBD, Ibunda pun dapat melakukan beberapa hal seperti berikut:
  • Jangan lupa untuk mengoleskan keterdapatan obat anti nyamuk dengan kandungan DEET 7-20 persen, picaridin, atau IR3535. Sehingga obat ini dapat digunakan untuk bayi dengan umur atau usia 2 bulan ke atas.
  • Ibunda dapat memakaikan si kecil dengan kostum berupa baju dengan bahan dasar  katun longgar yang sekiranya menutupi tubuh hingga pada bagian kaki dan tangannya.
  • Memasang pula jaring-jaring yang berupa antinyamuk maupun kelambu di tempat tidur maupun stroller-nya.
  • Memasang pula jaring-jaring antinyamuk pada ornamen rumah seperti jendela dan pintu sehingga nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah.
  • Ibunda jangan lupa pula dalam hal membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, talang air, vas bunga dan tempat penampungan air minum, minimal seminggu sekali. Setelah dibersihkan, jangan lupa untuk menutup tempat-tempat penampungan air tersebut.
  • Tak lupa untuk selalu membuang sampah yang dapat menampung air, contohnya plastik dan botol bekas, agar nyamuk tidak bertelur di situ.
Jika kondisi si kecil justru semakin memburuk setelah demamnya turun, Ibunda jangan menunda untuk segera mungkin membawa si buah hati kembali ke dokter. Periode kritis pada ciri demam berdarah sering kali juga terjadi disaat suhu tubuh  mengalami penurunan setelah fase demam. Kondisi ini pun kemudian membutuhkan adanya pemantauan serta perawatan tim medis seperti dokter anak di rumah sakit.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment